Pemanfaatan EBT dalam Bisnis Batubara

Dalam rangka mendukung kebijakan dan penggunaan bauran energi diperlukan sumber energi dengan jumlah yang bisa dihitung dan kualitasnya bisa dikontrol. Hal ini disampaikan oleh Zainudin selaku Asdep Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan, Kemenko Marves dalam rapat koordinasi bersama asosiasi terkait pada Kamis (16/09). “Sebagai informasi, beberapa asosiasi industri di tanah air telah berkomitmen untuk turut serta bertransformasi dan menyampaikan untuk memperuntukan sebagian kawasan area usahanya sebagai hutan tanaman energi,” lanjut Zainudin.

Sebagaimana diketahui, potensi pengembangan biomassa dari hutan tanaman energi di Indonesia cukup besar. Hal ini lantaran kondisi alam Indonesia yang subur dan memungkinkan untuk percepatan pertumbuhan jenis-jenis tanaman dengan kalori tinggi untuk energi biomassa. Saat ini Unit 4 Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kemenko Marves sedang menjajaki kajian kemitraan penggunaan biomassa (woodchips) di wilayah Kalimantan dengan pengusaha batubara. Perwakilan APBI yang juga hadir dalam rapat koordinasi tersebut menyambut baik usulan yang tentunya menawarkan aspek positif bagi lingkungan. Sebagai informasi, co-firing biomassa akan mengurangi emisi karbondioksida, di samping itu biomassa juga akan mengurangi emisi sulfur dioksida yang cukup signifikan. Pihak Kemenko Marves dan APBI sepakat untuk segera membahas pilot project ini sehingga kedepannya dapat membantu harga biomassa kompetitif dan meningkatkan pemanfaatan EBT.

 

Related Regular News: