Lumayan, Harga Batu Bara Naik Hampir 2%

Source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220816062124-17-364003/lumayan-harga-batu-bara-naik-hampir-2

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara langsung terbang pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (15/8/2022), harga batu kontrak September di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 410,5 per ton. Melesat 1,86% dibandingkan pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Penguatan kemarin memperpanjang tren positif batu bara yang sudah berlangsung dalam dua pekan. Sejak 8 Agustus, harga batu bara terus menguat dan hanya sekali jatuh pada Kamis pekan lalu.

Secara keseluruhan, harga batu bara sudah melonjak 13,9% dalam sepekan secara point to point. Dalam sebulan, harga batu bara masih menguat 7,9% sementara dalam setahun melesat 141,8%.

Kenaikan harga batu bara masih dipicu oleh persoalan pasokan gas dan kondisi di Jerman, Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) kemarin melambung 14% ke EUR 220,11 per megawatt-jam. Harga gas alam mendekati rekor tertingginya pada awal Maret 2022.

Harga gas melambung karena tingginya permintaan sementara di sisi lain pemangkasan pasokan dari perusahaan gas Rusia Gazprom masih berlanjut. Kenaikan harga gas berdampak langsung ke harga batu bara mengingat komoditas tersebut adalah sumber energi alternatif bagi gas.

Sementara itu, semakin menyusutnya permukaan Sungai Rhine membuat lalu lintas pengiriman batu bara di Jerman terhambat. Padahal, Jerman tengah berpacu untuk memenuhi pasokan batu bara untuk pembangkit mereka. Jerman akan mengoperasikan pembangkit pembangkit batu bara mereka untuk mengkompensasi pengurangan gas.

Seperti diketahui, harga batu bara terus menukik sejak Uni Eropa resmi memberlakukan larangan impor batu bara dari Rusia, Rabu pekan lalu. Larangan tersebut diberlakukan pemangkasan pasokan gas dari Gazprom sehingga permintaan akan batu bara terus melejit.

Menyusul masih tingginya permintaan, Fitch Solutions telah menaikkan proyeksi harga batu bara. Fitch memperkirakan harga batu bara thermal akan berada di US$ 320 per ton pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal di US5 230 per ton.

"Kami memperkirakan permintaan akan jauh lebih kuat dibandingkan perkiraan kami di awal. Inilah alasan kami mengubah proyeksi. Serangan Rusia ke Ukraina membuat Eropa mengurangi gas dari Rusia dan ini berdampak besar ke batu bara," tutur Fitch dalam laporannya, seperti dikutip dari Australian Research & Investment.

Fitch memperkirakan harga batu bara thermal Newcastle, rata-rata akan mencapai US$ 280 per ton pada 2023 dan turun menjad US$ 250 pada 2024, menjadi US$ 200 pada 2025. Harga terus melandai ke US$ 180 per ton pada 2026 mendatang.

Dengan demikian, rata-rata harga batu bara thermal akan ada di kisaran US$ 246 pada 2022-2026, jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal di kisaran US$ 159 per ton.

"Permintaan batu bara akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang menyusul kebijakan Eropa untuk menjauh dari pasokan energi Rusia dan beroperasinya kembali pembangkit batu bara Eropa," tulis Fitch.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Related Regular News: