Medco (MEDC) Gunakan Hasil Divestasi Aset untuk Mendanai Belanja Modal

Sumber :  https://insight.kontan.co.id/news/medco-medc-gunakan-hasil-divestasi-aset-untuk-mendanai-belanja-modal

KONTAN.CO.ID 30/1/2020 memberitakan bahwa strategi daur ulang portofolio PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membantu pendanaan perusahaan ini.

Medco menggunakan dana hasil divestasi aset sebagai sumber dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini.

Setelah melepas asetnya di Meksiko, Tunisia dan Amerika Serikat (AS), Medco meraup duit segar sekitar US$ 63,74 juta. Perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro ini bakal menggunakan duit tersebut untuk merealisasikan rencana kerja serta pengembangan usaha.

"Pengembangan usaha baik dengan ekspansi internal maupun eksternal," ujar Presiden Direktur Medco Hilmi Panigoro, Rabu (29/1). Ekspansi internal dilakukan dengan mengembangkan aset yang sudah ada.

Contohnya, seperti proyek Blok B, penyelesaian proyek Phase 4B di Bualuanga Thailand, dan proyek pengembangan gas Meliwis di Jawa Timur.

"Untuk ekspansi eksternal, kami akan selalu melihat peluang akuisisi dengan selektif yang dapat mendatangkan nilai tambah bagi perusahaan," terang Hilmi.

 

Belanja modal Medco naik lebih dari dua kali lipat

Tahun ini, Medco menyiapkan capex US$ 340 juta, naik lebih dari 100% dibanding capex tahun lalu. Sebanyak US$ 280 juta akan dialokasikan untuk ekspansi di segmen bisnis minyak dan gas (migas). Sedangkan sebesar US$ 60 juta lainnya akan digunakan untuk mengembangkan segmen bisnis kelistrikan.

Medco juga masih memiliki ketersediaan kas yang besar. Hingga kuartal ketiga tahun lalu Medco mengantongi kas dan setara kas sekitar US$ 575 juta dengan EBITDA mendekati US$ 600 juta. Dana sebesar itu juga cukup untuk mendanai ekspansi perusahaan.

Mengingatkan saja, beberapa waktu lalu, Medco melepas aset bekas Ophir Energy Plc. Salah satunya, 23,33% kepemilikan Blok 5 di Meksiko senilai US$ 39,09 juta.

Di Tunisia, Medco melepas kepemilikannya di sejumlah blok. Proses divestasi aset ini sudah berlangsung sejak 2018, dengan Anglo Tunisian and Gas Ltd sebagai calon pembeli.

Keduanya sempat menandatangani perjanjian jual beli. Namun, sempat beberapa kali berubah. Hingga pada 20 Desember 2019, kedua perusahaan tersebut sepakat merealisasikan jual beli senilai US$ 24,50 juta.

 

Related Regular News: