Indonesia’s Coal Exports: Is There Any Future to Indian Market?

APBI Learning Center kembali menghadirkan Indonesian Coal Roundtable (ICR): Export Series yang berfokus pada pasar batubara India. Webinar ini merupakan seri ke 3 yang diselenggarakan oleh APBI-ICMA guna memfasilitasi para anggota dan mitra asosiasi untuk saling berdiskusi dan membagikan informasi seputar update isu-isu di industri pertambangan batubara selama masa pandemi.

Sebagaimana diketahui, kondisi ekspor dunia saat ini memang menjadi tantangan yang berat. Khusunya dengan yang terjadi di India sebagai salah satu negara tujuan ekspor batubara Indonesia terbesar setelah Tiongkok. Dari berbagai sumber di prediksikan akan ada penurunan ekspor batubara Indonesia ke India sebesar 15-20% di tahun 2020 yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kurnia Ariawan, Wakil Ketua Umum APBI-ICMA pada sambutannya di acara Webinar ICR: Export Series (2/7).

Hal serupa juga dirasakan oleh Rori Suryaperdana, Head of Marketing Research and Coal Development Department, PT. Berau Coal. Dengan melemahnya impor dari India, harga komoditas batubara juga kerap menurun, dan diprediksikan bisa berlanjut sampai Q4. Hal ini menjadi kekhawatiran Rori karena India merupakan salah satu key market untuk PT. Berau Coal.

Senada dengan Kurnia dan Rori, Managing Editor of Thermal Coal APAC dari S&P Global Platts, Deepak Kannan, juga menunjukan data kurva impor yang menurun semenjak adanya pandemi Covid-19 ini di hampir seluruh negara Asia, tidak terkecuali di India. Berbeda sangat drastis dengan trend kenaikan yang meningkat sepanjang tahun 2019 lalu.

Menanggapi hal-hal tersebut, H.E. Sidharto Suryodipuro, Duta Besar Indonesia untuk India & Buthan, selaku perwakilan pemerintah RI di India yang berkesempatan menjadi Keynote Speaker pada diskusi tersebut. Mengiyakan bahwasannya kebijakan pengurangan impor batubara oleh pemerintah India tengah di himbau. Namun, Ia menilai bahwa permintaan batubara Indonesia masih akan memiliki prospek positif kedepannya. Menurut data yang Ia miliki, batubara Indonesia masih menjadi primadona karena 60% dari total impor batubara ke India berasal dari Indonesia.

“Memasuki era unlock 2.0 di India, adalah waktu yang tepat untuk membahas dengan pihak pemerintah India dengan menjajaki 5th Joint Working Group on Coal India-Indonesia yang merupakan bagian dari 2nd Energy Forum yang nantinya akan melibatkan pemerintah dalam hal ini KESDM, Kemenlu, APBI, dan stakeholders terkait sebagai langkah untuk menentukan peta jalan kedepan untuk mengantisipasi perkembangan di India dan Indonesia khususnya dalam bidang pertambangan,” Ujar Pak Sidharto.

Hal ini di respon baik oleh Sujatmiko, selaku Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, DJMB untuk menindaklanjuti inisiasi dari pihak KBRI New Delhi.

Related Regular News: