Meksiko Buka Kembali Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara, AS Protes

Sumber : https://www.inews.id/finance/makro/meksiko-buka-kembali-pembangkit-listrik-tenaga-batu-bara-as-protes

 

 Meksiko akan membuka kembali pembangkit listrik tenaga batu bara. Hal tersebut membuat pemerintah akan terus memberikan preferensi kepada perusahaan listrik milik negara Comision Federal de Electricidad (CFE), dan perusahaan minyak Petrolos Mexicanos (Pemex).

“Sejalan dengan kerangka hukum, kami akan memberikan preferensi kepada CFE dan Pemex, agar ini semakin jelas. Satu-satunya bisnis yang harus diminati oleh tenaga kerja adalah perusahaan milik negara sendiri," ujar Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, dikutip dari AP News Minggu (25/10/2020).

Hal itu ditentang oleh 43 anggota parlemen Amerika Serikat (AS). Sebab, keputusan itu dinilai akan mencabut reformasi energi meksiko pada 2014, di mana swasta asing termasuk perusahaan AS diizinkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas terbarukan di Meksiko. Langkah presiden Lopez Obrador dikhawatirkan akan menarik kembali izin tersebut.

“Terbukti bahwa Lopez Obrador mencoba untuk mencabut reformasi 2014, dan melepaskan semua kontrak yang saat ini berlaku. Padahal perusahaan AS telah berinvestasi miliaran dolar untuk infrastruktur energi di Meksiko, untuk memenuhi permintaan Meksiko," ujar juru bicara anggota parlemen AS.

Parlemen AS menyampaikan keluhan itu secara tertulis kepada Presiden Donald Trump. Mereka mengeluh tentang tindakan Lopez Obrador yang mengancam investasi perusahaan energi AS dan akses pasar serta merusak semangat perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada yang mulai berlaku tahun ini.

Sementara Lopez Obrador bersikeras perjanjian itu tidak mencakup sektor energi Meksiko. Dia akan tetap menjadikan bahan bakar fosil dan perusahaan milik negara sebagai pusat kebijakan ekonominya. Dia menolak argumen yang menentang kebijakan pemerintahannya perihal sumber energi.

“Saya sudah membaca surat keberatan mereka, ini tetap merupakan kebanggaan, kami tidak akan mundur satu langkah pun, sumber energi ini milik pemerintah dan pemerintah harus mempertahankannya,” kata dia. 

Related Regular News: