26TH COALTRANS ASIA 2020 DAY 1

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perhalatan Coaltrans Asia yang biasa di gelar di Nusa Dua, Bali, untuk kali pertama harus digelar secara virtual demi menghindari penyebaran Covid-19 serta menjaga protokol kesehatan seluruh peserta, pembicara, dan panitia.

Sebagaimana diketahui, kegiatan Coaltrans Asia adalah bentuk Kerjasama antara APBI-ICMA dan Coaltrans Conferences yang sudah terjalin lebih dari 10 tahun lalu. Pada tahun ini acara digelar di bulan November, tepatnya tanggal 23-25 November dan diikuti oleh lebih dari 1200 delegasi dari seluruh dunia.

Pada kesempatan hari pertama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif dan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto berkesempatan hadir untuk menyampaikan keynote speech pada pembukaan 26th Coaltrans Asia dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum APBI-ICMA, Pandu Sjahrir. 

Dalam paparan yang disampaikan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, pasar batubara di Indonesia kerap meningkat setiap tahunnya di beberapa tahun belakangan dan berdasarkan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) permintaan batubara di 2025 di proyeksikan akan meningkat sebanyak 30%. Namun demikian, dalam 9 bulan terakhir, akibat pandemi Covid-19, industri pertambangan batubara betul-betul terpukul.

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia baru-baru ini mengeluarkan undang-undang pertambangan mineral dan batubara no. 3/2020 yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan batubara di pasar domestik serta meningkatkan pembangunan industri hilir batubara.

Tasrif berharap melalui acara Coaltrans Asia 2020, dapat mendorong kemitraan yang lebih strategis antara pemerintah dan pelaku usaha di industri pertambangan batubara yang dapat menjadi pintu gerbang dan koridor utama dalam pelepasan keberlanjutan energi.

Disisi lain, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyampaikan perumusan strategi yang konkret dalam meningkatkan perdagangan batu bara dunia, termasuk Indonesia, dapat meningkatkan ekonomi dunia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang melemahkan industri manufaktur dunia dan berdampak pada kebutuhan bahan baku dan penunjang industri, seperti energi listrik yang berasal dari batu bara.

Mendag juga memberikan apresiasi kepada APBI sebagai salah satu penyelengara konferensi virtual ini. “Diharapkan pertemuan ini dapat merumuskan sejumlah strategi yang dapat mendorong perdagangan batu bara dunia sekaligus meningkatkan ekonomi Indonesia,” ujar Mendag.

Sejumlah jajaran dari Kementerian Perdagangan turut hadir serta Kementerian ESDM yang dihadiri oleh antara lain Dirjen Minerba, Ridwan Djamaluddin, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Sujatmiko dan  Muhammad Wafid selaku Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara.

Hari pertama di tutup dengan kegiatan Evening Reception dalam tema “Reflections 2020” dimana pada umumnya adalah acara yang di organisir oleh APBI-ICMA. Dalam acara sore ini, pihak APBI-ICMA yang diwakili oleh Hendra Sinadia yang mewakili Ketua Umum, berkesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut. Kemudian dilanjutkan oleh pemberian pengharagaan kepada 3 perusahaan anggota APBI-ICMA antara lain, Indo Tambangraya Megah yang mendapatkan ESG & Sustainability Award, Bukit Asam yang meraih Promoting Workplace Diversity Award dan yang terakhir Adaro Energy yang mendapat Charity and Community Impact Award.

Related Regular News: