PERINGATI HARI JADI KE-15, KOMITE PENGAWAS PERPAJAKAN ADAKAN SEMINAR NASIONAL

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-15, Komwasjak mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Transformasi Kelembagaan Komite Pengawas Perpajakan untuk Sinergi dalam Ekosistem Pengawasan Penerimaan Negara” pada Kamis, 21 Juli 2022. Sebelum dimulainya Seminar Nasional, peringatan diawali dengan acara seremonial berupa pemotongan tumpeng oleh Ketua Komwasjak, Prof. Mardiasmo. Selain dihadiri oleh seluruh anggota Komwasjak periode 2019-2022, acara seremonial juga dihadiri oleh perwakilan angggota Komwasjak periode sebelumnya, yaitu Prof. Abdul Anshari Ritonga (Periode 2010-2013), Anna Maria Tri Anggraini (Periode 2013-2016), dan Joko Wiyono (Periode 2016-2019).

Peringatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan lima narasumber, diantaranya Yustinus Prastowo (Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis), Nanik Murwati (Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Kemenpan-RB), Prof. Wihana Kirana (Akademisi-UGM), Darussalam (Praktisi-Managing Partner of DDTC) dan Bobby Hamzar Rafinus (Wakil Ketua Ombudsman RI). Tema seminar dipilih sejalan dengan penyusunan peta jalan transformasi kelembagaan yang sedang dilakukan Komite Pengawas Perpajakan. “Pada hari ini kami mengundang seluruh narasumber untuk memberikan masukan dan insight terkait dengan transformasi kelembagaan Komite Pengawas Perpajakan”, ucap Prof. Mardiasmo membuka pelaksanaan Seminar Nasional.

Narasumber pertama, Yustinus Prastowo menyampaikan bahwa cakupan objek pengawasan Komwasjak dapat diperluas, tidak hanya perpajakan tetapi lebih luas ke penerimaan negara, mengikuti integrasi yang terjadi dalam sistem administrasi penerimaan negara. Narasumber kedua, Nanik Murwati menyampaikan kedudukan Komwasjak berdasarkan peta kelembagaan pemerintah berada di bagian Lembaga Non Struktural (LNS). LNS merupakan organisasi independen yang dibentuk dalam rangka percepatan pencapaian program strategis nasional dan pengambilan keputusan bersifat kolektif kolegial (forum keanggotaan). Fungsi yang dapat dijalankan LNS diantaranya fungsi advisory, advokasi, dan koordinasi kebijakan (sesuai mandat).

Narasumber selanjutnya, Darussalam menyampaikan bahwa berdasarkan international best practice dan konsep dasar yang ada di dunia internasional, peran dan kedudukan Komwasjak seharusnya terdiri dari tiga hal. Pertama, sebagai wadah suara Wajib Pajak di tengah reformasi. Kedua, membangun kepatuhan sukarela yang berkelanjutan. Ketiga, sebagai katalis peran pajak dalam state building. “Kalau kita lihat berdasarkan international best practice, seharusnya Komwasjak dapat membantu Menteri Keuangan dalam membangun kepercayaan Wajib Pajak, dengan cara memberikan perlindungan hak-hak Wajib Pajak dalam rangka meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak”.

Menutup Seminar Nasional ini, Wakil Ketua Komwasjak, Robert Pakpahan mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah hadir, “Kami akan mencatat dan mempelajari hal-hal yang sudah disampaikan di seminar ini. Kami akan mencerna dan menyatukan dengan masukan-masukan lain yang sudah kami terima, kemudian kami godok. Mudah-mudahan kami bisa menulis peta jalan transformasi Komwasjak dengan baik, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada perubahan fungsi, bisnis proses, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat atas Komwasjak”.

Selamat Hari Jadi ke-15 Komwasjak. Mari bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal dan menyusun peta jalan transformasi kelembagaan Komwasjak, dalam bingkai Kemenkeu Satu untuk Komwasjak yang lebih baik

Related Regular News: