BEDAH BUKU TAMBANG TRANSFORMATIF

Dalam rangka hari jadi pertambangan ke-77 dilaksanakan soft launching sekaligus bedah buku “Tambang Transformatif” yang ditulis oleh Dr. Ir. S. Witoro Soelarno, IPM. Buku ini merupakan seri knowledge management Tekmira, soft launching buku ini dilaksanakan secara hybrid pada 26 September 2022 bertempat di gd. M. Sadli 1 Lt. 5, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Tujuan dari penerbitan buku ini sebagai sarana knowledge sharing pengembangan pengelolaan usaha pertambangan untuk meningkatkan kesejahteraan. Acara ini dihadiri oleh para narasumber antara lain: Dr. Lana Saria (Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara), Sunindo Suryo Herdadi (Direktur Teknik Lingkungan Minerba), Emil Salim, Djoko Widajatno (Plh. Direktur Eksekutif IMA). Sebelum masuk ke inti acara, Kepala Balai Besar Tekmira Dr. Julius Ambassadur menyerahkan buku secara simbolis kepada perwakilan dari IMA, APBI-ICMA dan ASPINDO.

Dalam sambutan Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin menyampaikan bahwa transformasi dalam dunia pertambangan selalu konteksnya tambang non renewable resources ditempatkan dalam bentuk pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam amanah UU No. 3 Tahun 2020 tentang minerba yang perlu diwujudkan yaitu antara lain peningkatan nilai tambah (hilirisasi), pelestarian fungsi lingkungan hidup dan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di lingkar tambang.

Perlunya pendekatan knowledge management menjadi krusial dalam mentransformasi pengetahuan baru. Penerbitan buku Tambang Transformatif oleh Tekmira menjadi langkah awal kontribusi untuk gagasan yang lebih luas. Ridwan Djamaluddin mengapresiasi atas terbitnya buku ini. Dari titik ini Dirjen Minerba mengajak kita agar terus bergerak mengembangkan  transformasi tambang baik dari penggalian dan pengungkapan substansi dari segi keilmuan maupun best practices

Yang tidak kalah penting juga pengembangan komunikasi dan interaksi bagaimana gagasan ini dapat menjangkau para stakeholders dengan menggunakan teknologi digital.

Selaku tokoh intelektual dalam lingkungan hidup Emil salim mengatakan Indonesia mempunya resources yang banyak selain batubara "Jadi jangan bergantung dengan batubara saja". Ada jalan panjang dalam mengembangkan EBT, untuk itu kita harus menerapkan pengembangan pembangunan berkelanjutan.

Bagaimana menempatkan pertambangan menjadi renewable, amanahnya dapat dilakukan konversi/transformasi. Unsur lingkungan perlu pelestarian jadi fungsinya tetap terjaga. Untuk mewujudkan pertambangan yang baik kita semua harus bisa beradaptasi. 

Lana Saria menyampaikan sebagaimana yg tertuang dalam dalam UU No. 3 Tahun 2020 kegiatan pertambangan perlu memiliki dokumen lingkungan yang merupakan cikal bakal amdal. Selain itu perlu diperhatikan kegiatan reklamasi untuk menata dan memulihkan lingkungan kembali.

Dalam hal ini Pemerintah berupaya memperbaiki regulasi yang mengarah ke ramah lingkungan bukan hanya batubara, tapi juga mineral. Dalam pengajuan RKAB tanpa ada aspek lingkungan yang memadai tidak akan dapat dimulai kegiatan pertambangan dan disetujui RKAB-nya. Pada kegiatan pascatambang pemerintah menilai kinerja pengelolaan lingkungan.

Selaras dengan yang disampaikan oleh Sunindyo Suryo Herdadi kata kunci dalam buku ini adalah sustainability. Tambang memiliki manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat fiskal dapat berupa reinvestment ke program-program renewable energy. Selain itu, KTT harus mampu merencanakan dan memitigasi dinamika yang muncul di operasi tambang. 

Tantangan dalam transformasi adalah bagaimana comply net zero emission. Jadi kita dorong ke kegiatan yang sifatnya bisa mendukung energi terbarukan. Setelah tambangnya selesai jadi bisa terus bermanfaat. Untuk memotivasi dan mengapresiasi perusahaan tambang, Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM memberikan Good Mining Practice Award yang juga dalam rangka hari jadi pertambangan nasional.. Kembali lagi diharapkan dengan terbitnya buku Tambang Transformatif ini dapat memberikan tambahan informasi mengenai proses dan kontribusi untuk meningkatkan kualitas usaha pertambangan kedepannya.

Related Regular News: