Pelaku Usaha Pastikan Kewajiban DMO Batubara Terpenuhi

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/pelaku-usaha-pastikan-kewajiban-dmo-batubara-terpenuhi

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha pertambangan batubara memastikan kewajiban pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) tetap dipenuhi di tengah tantangan produksi saat ini.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengungkapkan, pemenuhan DMO diyakini akan melampaui target."BUMI berada di jalur yang tepat untuk pemenuhan DMO," kata Dileep kepada Kontan, Minggu (2/10).

Dileep melanjutkan, pemenuhan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri saat ini menjadi prioritas bagi perusahaan sebelum memenuhi permintaan ekspor. Bahkan, upaya memenuhi pasokan di dalam negeri dipastikan akan tetap dilakukan meskipun ada tantangan curah hujan tinggi pada sisi produksi.

Meskipun tak merinci realisasi DMO perusahaan sampai saat ini, Dileep memastikan perusahaan selalu memenuhi ketentuan yang ada. "Kebanyakan (memasok) untuk kelistrikan, sisanya untuk sektor lainnya," kata Dileep.

Dileep melanjutkan, produksi saat ini masih terdampak curah hujan yang tinggi. Untuk itu perusahaan belum bisa mengakomodir permintaan dari pasar baru.

"Setelah curah hujan kembali normal kami dapat mempertimbangkan untuk pasar-pasar baru," ujar Dileep.

Kontan mencatat, volume produksi batubara BUMI pada semester pertama 2022 sebesar 34,5 juta ton, turun 14% dari sebelumnya 40,1 juta ton. Sejalan, volume  penjualan BUMI juga turun 16% menjadi 33,8 juta ton dari sebelumnya 40,2 juta ton.

Sementara itu, Direktur PT ABM Investama Tbk (ABMM) Adrian Erlangga menjelaskan, realisasi DMO perusahaan telah memenuhi ketentuan di atas 25%.

"Sampai dengan September DMO dari tambang Kalimantan Selatan (sudah) 31%," kata Adrian kepada Minggu (2/10).

Adrian melanjutkan, pemenuhan DMO batubara oleh ABMM sebagian besar ditujukan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sementara sisanya untuk industri lainnya. Adrian mengakui, permintaan ekspor kini sedang tinggi. Sayangnya, permintaan tersebut belum bisa dipenuhi untuk saat ini.

"Semua produksi kami sudah ada alokasi sampai akhir tahun sehingga kami tidak bisa memenuhi permintaan-permintaan ekspor yang baru," jelas Adrian.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan, sejak awal para perusahaan anggota tetap berkomitmen memenuhi pasokan batubara dalam negeri.

"Kalau soal komitmen pemenuhan DMO sejak awal anggota kami tetap menjalankan komitmen," kata Hendra kepada Kontan, Jumat (30/9).

Hendra pun mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan anggota juga mendapatkan penugasan untuk membantu kelangkaan pasokan pada beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, pasokan batubara untuk dalam negeri khususnya pembangkit akan tetap dijaga. Menurutnya, per pekan lalu tingkat pasokan batubara untuk pembangkit PLN mencapai level 15 hari operasional pembangkit (HOP).

Selain itu, Kementerian ESDM pun juga siap untuk memberikan penugasan kepada perusahaan batubara yang belum memenuhi DMO untuk melaksanakan pemenuhan pasokan ke pembangkit listrik.

"Kita tetap mengacu kepada peraturan yang ada dan mengutamakan kepentingan nasional. Jadi kalau memang dibutuhkan, kita memang akan adakan penugasan-penugasan," jelas Ridwan.

Ridwan pun menghimbau kepada perusahaan batubara untuk mengikuti ketentuan yang ada jika nantinya ditugaskan untuk memasok batubara ke PLN. Di sisi lain, pembentukan BLU Batubara kini masih berproses.

Kementerian ESDM mencatat, realisasi DMO batubara sampai dengan Agustus 2022 mencapai sebesar 129 juta ton atau 78% dari rencana sebesar 166,75 juta ton.

Related Regular News: