Penyampaian materi Wakil Menteri ESDM Bapak Arcandra Tahar dalam kegiatan Coaltrans Asia 2018 ( hari ke dua )

Pada hari ke-2, Pak Arcandra Tahar selaku Wakil Menteri ESDM hadir sebagai keynote speaker. Beliau menilai bahwa bisnis batu bara di Indonesia masih sangat menjanjikan, bukan hanya untuk kebutuhan energi listrik, tetapi juga energi untuk industri yang lain dan bisnis batu bara saat ini masih terus berkembang.Ia menyebut saat ini kebutuhan energi sangat tinggi, bahkan hingga tahun 2050 bauran energi di Indonesia sekitar 25% bersumber dari batu bara. Sedangkan hingga tahun 2025 saja, bauran energi sekitar 30%.Menurut Pak Arcandra batu bara merupakan sumber energi yang tergolong terjangkau dari sisi harga. Tetapi, ketersediannya belum tentu semua daerah di Indonesia memiliki, sehingga perlu ada transfer ke daerah-daerah. Beliau mengatakan dalam hal ini belum tentu harganya bisa lebih murah. “Perlu keselarasan antara ketersediaan energi dan harga. Batu bara memang termasuk energi dengan harga yang terjangkau dibandingkan renewable energy yang rata-rata masih mahal,” ujarnya.Karena renewable energy lebih mahal, maka untuk daerah-daerah tertentu kalau seandainya ada sumber energi lain yang mungkin sama dengan batubara, itu bisa diterapkan. Dalam hal ini, pemerintah juga berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan.Namun dalam energy mix, energi baru terbarukan ditargetkan sebesar 23%, sedangkan batu bara bisa lebih tinggi. “Oleh karena itu batu bara dan renewable energy harus disinergikan. Batu bara tetap dijalankan dan renewable energy tetap didorong,” ujarnya. Setelah menyampaikan paparannya Pak Arcandra Tahar melakukan booth tour kepada setiap peserta pameran tersebut, dan diakhiri dengan kunjungan di booth APBI-ICMA.

Related Regular News: